Watak Islam di Indonesia Itu Moderat dan Anti Kekerasan

1821148Islam di Indonesia memiliki watak berbeda dengan Islam di negeri-negeri lain termasuk Timur Tengah. Hal ini disebabkan oleh modus masuknya Islam secara damai dan latar sosial-budaya masyarakat Indonesia yang cinta damai.

“Islam di Indonesia berwatak damai, moderat, inklusif, toleran, dan anti-kekerasan. Watak ini dianut oleh mayoritas mutlak umat Islam dan telah berlangsung berabad lamanya,” kata mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (05/11)

Maka hampir dapat dikatakan, lanjut Din, sejak dulu tidak ada ketegangan dan pertentangan serius antara Muslim dan non-Muslim, dan juga antara sesama Muslim.

“Karena dari dulu Indonesia dikenal sebagai model kerukunan hidup, baik antar umat beragama maupun intra umat satu agama.” ucapnya

Namun Din juga mengatakan akhir-akhir ini suasana damai sedikit berubah dengan adanya ketegangan bahkan konflik antar kelompok umat beragama, khsususnya antara kelompok Muslim dan Kristiani, seperti terjadi terakhir di Tolikara, Singkil, dan Manokwari.

Hal ini, menurut Din, disebabkan oleh bergesernya tata nilai yg dianut oleh sebagian masyarakat Indonesia sejalan dengan modernisasi, globalisasi, dan liberalisasi yg melanda Indonesia sejak satu dua dasawarsa terakhir.

“Radikalisme keagamaan yang muncul di Indonesia didorong oleh faktor keagamaan dan faktor-faktor non agama.

Pertama, Din menjabarkan, mengambil bentuk pemahaman yg salah akibat penafsiran sempit teks-teks Kitab Suci dengan mengabaikan misi utama Islam untuk kerahmatan dan kesemestaan.

Kedua, berupa ketidakadilan sosial, ekonomi dan politik yang sering menjadi faktor picu kekerasan dan sikap radikal dan agama menjadi faktor pembenar sikap tersebut. [ysa]

RMOL

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *