Umat Islam Boleh Ucapkan Selamat Natal

Din SyamsuddinJakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan umat Islam boleh saja mengucapkan “Selamat Natal” kepada umat Nasrani, yang akan merayakan Natal pada 25 Desember ini. “Silakan saja jika memang ada keperluannya,” katanya saat ditemui di kantor MUI pada Rabu, 23 Desember 2015.

Bagi Din, mengucapkan “Selamat Natal” tak jadi masalah asalkan tidak melibatkan keyakinan. “Itu bersimpati sebagai sesama manusia,” ujar mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu.

Namun, kata Din, bukan berarti kaum muslim boleh mengikuti perayaan Natal. Din menganggap, dalam perayaan Natal, terdapat ritual keagamaan yang kental. “Maka, enggak akan kurangi toleransi juga kalau enggak masuk wilayah itu,” tuturnya.

Din menambahkan, toleransi adalah pengakuan bahwa bangsa Indonesia itu majemuk dan kesediaan hidup bersama sebagai saudara sebangsa. “Pakai hati.”

Ihwal pemakaian atribut yang terkait dengan perayaan hari raya keagamaan tertentu oleh umat beragama lain, Din menganggap hal itu bukanlah bentuk toleransi. “Saya tidak setuju dalam rangka hari raya keagamaan diminta pakai atribut,” ujar Din, yang kini menjabat Ketua Muhammadiyah Ranting Pondok Labu.

Menurut Din, terkadang ada perusahaan yang memaksa karyawannya memakai atribut yang identik dengan agama tertentu ketika hari raya tiba. Ia menganggap hal itu sebagai sesuatu yang sensitif. “Pengusaha bisa tahan diri, jangan memaksa karyawannya,” ucapnya.

DIKO OKTARA

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *