Professor Dr. Din Syamsuddin in Kuala Lumpur. (Photo Soure: G25 Malaysia Facebook)

BNPT Jangan Ngawur, Menggeneralisasi Pesantren Sarang Teroris

JAKARTA – Pesantren bukan lah pusat pengajaran Islam radikal menurut Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin. Kalaupun ada beberapa pesantren yang bermasalah, hal itu bukanlah dasar untuk mengeneralisir.

“Jangan digeneralisasi, kalau ada satu (atau) dua (pesantren bermasalah) itu boleh jadi,” ujar Din Syamsuddin, kepada wartawan di kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2016).

Karena itu, ia menolak dengan tegas pernyataan dari pejabat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang menurut Din Syansuddin telah melakukan penggeneralisasian terhadap pesantren.

“Saya dengar ada pihak, BNPT melakukan menggeneralisasi, kesannya seolah-olah seluruh pesantren mendidik kaum radikal, itu sangat tidak benar,” jelasnya.

Pada pertemuan yang digelar Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada tahun lalu, Din Syamsuddin mengaku sudah menyaksikan langsung, penjelasan BNPT soal pesantren radikal. Dalam forum tersebut terbukti tidak semua data BNPB akurat.

“Ternyata dari data yang ditayangkan itu, ada beberapa pesantren, sarang radikal, langsung dikritik, karena kiyainya ada di situ, ternyata tidak benar, mohon di revisi, ini kan berbahaya langsung melabel radikal,” katanya.

Sampai BNPT bisa melakukan hal tersbut, Din Syamsuddin yang juga merupakan mantan ketua umum PP. Muhamadiyah, menduga BNPT telah salah menerima informasi.

Menurutnya, selama ratusan tahun lembaga pesantren sudah membuktikan, bahwa lulusannya bisa menjadi tokoh masyarakat, cendikiawan hingga menjadi orang besar.

“Saya sendiri lulusan Pesantren Gontor,” jelasnya.

Tribunews.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *