Din Syamsuddin Harap Islamophobia di Eropa dan Amerika Berkurang

Lis Pratiwi    •    Selasa, 19 Sep 2017 07:02 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menjadi pembicara pada dua pertemuan internasional berturut-turut di Jerman dan Amerika Serikat. Menurut Din, konferensi yang baru pertama diadakan dalam skala luas di Amerika ini diharapkan dapat mengurangi Islamophobia di kalangan masyarakat di Amerika maupun Eropa.

“Tentu konferensi tersebut diharapkan membawa resonansi kepada para pemimpin dunia yang sedang menghadiri Sidang Umum PBB di kota yang sama dan pada waktu hampir bersamaan,” kata Din dalam siaran pers, Senin 18 September 2017.

Pada 12 September, Din menjadi panelis dalam International Conference on Paths of Peace di Münster, Jerman. Konferensi tahunan ini diadakan oleh Community of Sant’Egidio, sebuah organisasi internasional orang awam Katholik. Acara ini dihadiri 600 peserta dari mancanegara termasuk tokoh-tokoh utama berbagai agama dunia.

Dalam konferensi tersebut, Din berbicara tentang agama-agama di Asia menghadapi pasar global. Dalam presentasinya, Din mengatakan bahwa era pasar bebas global meningkatkan arus sekularisasi dan orientasi materialistik yang anti Tuhan,

“Agama-agama harus menampilkan peran profetik untuk meluruskan kehidupan duniawi tersebut dengan nilai-nilai moral dan etik. Era globalisasi tidak hanya menciptakan pasar bebas perdagangan, tapi juga pasar bebas agama,” jelasnya.

Din juga menghadiri Conference in Cultural Rapproachement between the USA and the Islamic World di New York pada 16 dan 17 September 2017. Konferensi yang diprakarsai Rabithah Alam Islami atau Liga Muslim Sedunia ini dihadiri sekitar 200 tokoh muslim dari seluruh dunia dan sejumlah tokoh non-muslim dari Amerika dan beberapa negara.

Menurut Din, ia betindak menjadi moderator yang membahas isu-isu tentang kebebasan beragama, faktor pengetahuan, dan agenda kerjasama AS dan dunia Islam dalam bidang peradaban. Din mengatakan, kerjasama peradaban antara Amerika dan dunia Islam tidak hanya mungkin, melainkan memang harus terjadi.

“Keduanya saling memerlukan. Dunia Islam memerlukan Amerika sebagai adidaya dunia, tapi Amerika juga memerlukan Islam sebagai bagian dunia yang memiliki kekuatan besar dengan berbagai sumber daya, termasuk sebagai pemegang supremasi peradaban dunia di abad pertengahan,” pungkas Din.

(DHI)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *