Posts

PIM_DS1

Deklarasikan Perkumpulan Pergerakan Indonesia Maju

PIM_DS1Jakarta – Din Syamsuddin mendeklarasikan berdirinya perkumpulan Pergerakan Indonesia Maju (PIM). Berdirinya PIM disepakati 45 tokoh nasional.

Din yang juga didapuk sebagai Ketua mengatakan, PIM dibentuk sebagai wadah untuk merealisasikan cita-cita kemerdekaan. Dia bilang, di era globalisasi saat ini, masyarakat diarahkan menjadi individualis yang menguras rasa kepedulian antaranak bangsa.

Untuk itu, kata Din, PIM melibatkan elemen-elemen bangsa lintas agama, suku, ras dan profesi, bergerak dalam aksi sosial kemasyarakatan. “Kini Indonesia mengahadapi tantangan baru dari luar yang mengancam kedaulatan negara. Indonesia tidak boleh kehilangan harapan dan kepercayaan menghadapi masa depan,” kata Din dalam acara deklarasi PIM di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (21/5/2016) malam.

Din menjelaskan, organisasi PIM meyakini kemajemukan merupakan kekuatan, maka kemajemukan harus dijelmakan menjadi kebersamaan. Dia menegaskan, hanya dengan kebersamaan, cita-cita pendiri bangsa akan menjadi kenyataan.

Selain itu, berdirinya PIM juga dilatarbelakangi semakin tingginya kesenjangan ekonomi politik dalam kehidupan masyarakat. Dalam bidang sosial-ekonomi, ketidakadilan ekonomi masih menyebabkan ketimpangan pendapatan antara masyarakat kelas bawah dan kelas atas.

“Nilai-nilai budaya bangsa terus tergerus oleh penetrasi budaya luar, kemajemukan harus menjadi kekuatan untuk bersatu bukan menjadi kelemahan,” ungkap Din.

Dalam waktu dekat, PIM segera menjalankan empat program utama, yakni membangun smart village (desa pintar), terdiri dari taman pustaka bacaan dan ruang interaksi masyarakat. Kedua, membangun Desa Mandiri Energi, yakni mendorong pemanfaatan segala potensi energi yang ada di desa untuk pergerakkan ekonomi. Ketiga membangun rumah Aladin (Atap, lantai dan dinding), membangun rumah layak huni bagi masyarakat miskin. Dan keempat akselerasi penuntasan buta aksara yang akan dilakukan dengan kegiatan-kegiatan penetasan buta aksara.

“Merupakan kewajiban semua warga negara untuk terus bangkit bergerak, bekerjasama, bahu-membahu mengahdapi tantangan dan mengatasi permsalahan bangsa,” harap dia.

Perkumpulan PIM memiliki struktur dengan jenjang kepengurusan yang tersusun di tingkat nasional yang disebut Dewan Nasional (DN) yang berjumlah 45 orang. Di tingkat Provinsi disebut Dewan Wilayah (DW) yang berjumlah delapan orang dan tingkat Kabupaten/Kota yang disebut Dewan Daerah (DD) yang berjumlah 17 orang. Masa bakti kepengurusan untuk semua tingkatan adalah lima tahun.

Berikut daftar kepengurusan Dewan Nasional PIM di tingkat Dewan Nasional:
Ketua: Din Syamsuddin
Wakil Ketua: Siti Zuhro
Wakil Ketua: Philip Kuntjoro Widjaja

Sekretaris: Ali Masykur Musa
Wakil Sekretaris: Umar Husin
Wakil Sekretaris: Amanah Abdul Kadir

Bendahara: Ulla Nuchrawaty
Wakil Bendahara: Yohanes Handojo Budhi Sedjati
Wakil Bendahara: Lieus Sungkharisma

Anggota:
Achmad Syauqi
Ahmadie Thaha
Akhmaloka
Airin Rachmi Diany
Cyrullus I Kerong
Chusnul Mariyah
Amidhan
Azizah Aziz
Darmon Djabar
Fadhilah Suralaga
Lucky Aziza B
Nadjamuddin Ramly
Nyoman Udayana S
Rustriningsih
Fahmi Darmawansyah
Hamdan Zoelva
Hanifah Husein
Dharmasilan
Isran Noor
Krisnina Akbar Tandjung
Margie Ivonnie Ririhena
Miryam S Haryani
Muhammad Arief Rosyid Hasan
Maurits Alex Paath
Meuthia Ganie
Muljawan Marganada
Pastono Chandra Dana
Paiman Mak
Phil Erapi
Willem TP Simarmata
Rahmawati Husein
Syifa Fauzia
Uung Sendawa
Veronica Wiwiek Sulistyo
Weinata Sairin MTH
Widya Murni
(REN)

sumber: Metrotvnews.com

PIM Temui Ketua DPR RI 20/5/2016

Kenalkan Pergerakan Indonesia Maju Kepada Ketua DPR

PIM Temui Ketua DPR RI 20/5/2016

PIM Temui Ketua DPR RI 20/5/2016

JAKARTA — Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (PIM) Din Syamsuddin, bertemu dengan Ketua DPR RI Ade Komarudin. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Ade, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Din memperkenalkan Gerakan Nasional yang disebut Pergerakan Indonesia Maju, yang baru berdiri pada 4 April 2016.

Menurut Din, PIM merupakan gerakan masyarakat Indonesia yang berasal dari lintas agama, suku, profesi, dan gender. PIM mencoba Menggalang potensi kemajuan demi persatuan serta untuk ikut berpartisipasi memajukan bangsa.

Ia menuturkan, kemajemukan bisa menjadi faktor kelemahan yang membawa perpecahan. Tetapi bisa juga menimbulkan kebersamaan dan kekuatan untuk kemajuan bangsa.

”Karena itulah kami bersepakat mendirikan PIM. Dengan pengurus dewan nasional sebanyak 45 orang, dewan wilayah 8 orang, dewan daerah 17 orang, yang terdiri atas berbagai agama, suku, profesi,” kata Din.

Pertemuannya dengan Akom, tidak lain agar PIM bisa bekerja sama dengan semua pihak, termasuk DPR, DPRD, maupun partai politik dan lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Din menjabarkan empat program aksi unggulan dari PIM kepada Akom. ”Program tersebut adalah desa pintar, desa maju mandiri energi, percepatan literasi rakyat, dan rumah aladin (atap, lantai, dinding) untuk rakyat,” ucap Din.

Ketua DPR RI Ade Komarudin mengaku setuju dengan filosofi dan tujuan dari gerakan PIM ini. Apalagi, kata dia, Din Syamsuddin merupakan dosennya semasa kuliah dulu.

”Kalau soal ideologinya kalau tidak bisa melawan kapitalisme, tapi kapitalisme yang baik hati. Pancasila itu kita isi dengan kapitalisme yang baik hati. Kalau yang jahatnya abad-19-nya yang berkembang biak dengan subur. Banyak UU seperti itu, terutama terkait dengan ekonomi,” ucap Akom.

Menyangkut gerakan desa pintar, Akom mengatakan sudah berpikir ingin mencari waktu untuk pergi ke beberapa perpustakaan besar yang telantar, seperti Jogja, Bung Hatta, Buya Hamka, dan Tan Malaka yang hampir roboh. ”Kita harus menghormati tokoh besar yang cerdas-cerdas ini,” katanya.

Sumber: Republika.co.id (Rep: eko supriyadi/ Red: Taufik Rachman)