Posts

dsc_0665

Din Syamsuddin Dapat Penghargaan dari Pemerintah Jepang

dsc_0665

Prof. Dr. M. Din Syamsuddin (Doc. CDCC)

JAKARTA — Ketua Umum Muhammadiyah periode 2005-2015 Din Syamsuddin mendapatkan Penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang 2016. Dari keterangan pers yang diterima, penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang 2016 diberikan kepada 142 individu dan 31 organisasi di seluruh dunia.

Di antara para penerima penghargaan itu, terdapat dua orang penerima penghargaan atas jasa yang terkait dengan hubungan Jepang dan Indonesia. Din Syamsuddin memperoleh penghargaan dari Pemerintah Jepang tersebut atas jasanya memberikan sumbangsih dalam peningkatan hubungan saling pengertian antara Jepang dan Indonesia.

Penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang dalam bentuk surat penghargaan dan cenderamata akan diserahkan kepada Din Syamsuddin oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki dalam waktu dekat di Denpasar, Bali.

Selain Din Syamsuddin, satu orang lainnya yang menerima Penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang 2016 terkait peningkatan hubungan Indonesia-Jepang adalah Tsuneo Sengoku. Dia merupakan pemilik, pelatih dan kepala Sengoku International Judo Hall yang dinilai berjasa dalam mempromosikan Judo di Indonesia.

Penghargaan Menteri Luar Negeri Jepang dianugerahkan untuk menghormati para individu dan organisasi yang dinilai telah memberikan sumbangsih luar biasa.

Penganugerahan itu juga bertujuan agar setiap lapisan masyarakat di berbagai negara lebih memahami, mendukung, dan aktif melakukan kegiatan di berbagai bidang dalam rangka peningkatan hubungan masyarakat internasional, serta memberikan sumbangsih besar terhadap peningkatan hubungan persahabatan dengan Jepang.

Red: Esthi Maharani | Republika.co.id
Sumber : antara
24c0de71-176b-47db-9b1a-80ac98683065_169

Din Syamsuddin Bertemu dengan Tokoh Jepang Bahas Kebangkitan Asia Timur

24c0de71-176b-47db-9b1a-80ac98683065_169

Dokumentasi Din Syamsuddin

Jakarta – Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bertemu dengan dua tokoh Jepang. Mereka adalah mantan PM Jepang Yoshihiko Noda dan Utusan Khusus PM Jepang untuk Asia Tenggara Mr Yutaka Iimura.

Menurut keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (30/10/2015) Din, Noda dan Iimura membahas kebangkitan Asia Timur dan peningkatan hubungan antara Jepang dengan Indonesia. Peningkatan kerja sama yang dimaksud adalah antar pemerintah (G to G), masyarakat dengan masyarakat (P to P), serta rakyat dengan pemerintah (P to G).

Dalam pertemuan secara terpisah, Din dengan Noda membahas peningkatan investasi Jepang ke Indonesia. Kebetulan Din dan Noda memang telah lama saling kenal dan bersahabat.

Kemudian dalam pertemuan dengan Iimura, Din lebih membahas mengenai peningkatan kerja sama di bidang pendidikan dan perdagangan. Iimura tampak kecewa atas batalnya proyek kerja sama kereta cepat Jakarta-Bandung antara RI dan Jepang, menurut Din. tetapi itu tak membuat hubungan bilateral lantas berhenti begitu saja.

Din dan Iimura sepakat bahwa kerja sama antara RI dan Jepang adalah vital dan strategis. Kedua negara ini dapat mengarahkan kebangkitan Asia Timur menjadi kawasan pertumbuhan masa depan dengan kesejahteraan dan keadilan bagi bangsa-bangsa penghuninya.

Din Syamsuddin berada di Jepang untuk kunjungan delapan hari atas undangan Sasakawa Peace Foundation, sebuah lembaga di bawah naungan Nippon Foundation yang berpengaruh di Jepang. Sasakawa Peace Foundation sejak tahun lalu mengundang seorang tokoh Asia sebagai tamu kehormatan dalam Program Opinion Leaders of Asia.

Pada tahun lalu diundang Mantan Sekjen ASEAN Dr Surin Pitsuwan. Kemudian pada tahun ini Prof Din Syamsuddin diundang sebagai tokoh Muslim dari Indonesia.

Selama berada di Jepang, Din diagendakan berkunjung ke Tokyo, Hiroshima, Kyoto, dan Kobe. Selain bertemu dengan para pejabat tinggi Jepang, Din juga bertemu dengan sejumlah akademisi, agamawan, dan pengusaha Jepang, dan para hari terakhir berdialog dengan seratusan tokoh Jepang dari berbagai kalangan.

Sambut Baik Wagyu Halal

Dalam perbincangan dengan mantan PM Jepang Yoshihiko Noda, Din Syamsuddin sempat bernostalgia. Mereka mengenang saat-saat bersantap seafood bersama di sebuah rumah makan di Pecenongan, Jakarta Pusat.

Noda memang sudah tiga kali mengunjungi Indonesia dan setiap kunjungan bertemu dengan Din. Salah satu yang dibicarakan waktu itu adalah mengenai rencana ekspor daging sapi dari Jepang ke Indonesia.

Waktu itu tahun 2008 dan Partai Demokrat Jepang yang menjadi kendaraan politik Noda belum menjadi partai penguasa. Tetapi Noda berjanji, saat itu, mendorong upaya peningkatan investasi Jepang ke Indonesia.

Pada pertemuan itu, Din yang sekarang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan MUI, menyambut baik rencana ekspor daging sapi (wagyu) Jepang yang terkenal lezat dan bergizi ke Indonesia dan bekerjasama dengan MUI untuk sertifikasi halal.

(bag/rna)