Posts

PIM_21052016

Pergerakan Indonesia Maju, Murni Ormas Lintas Agama dan Suku, Bukan Partai Politik

PIM_21052016JAKARTA- Para tokoh masyarakat seperti Din Syamsuddin, Ali Maskyur Musa, Siti Zuhro, dan Chusnul Mariyah, resmi mendeklarasikan organisasi kebangsan Pergerakan Indonesia Maju (PIM), Sabtu (21/06/2016) malam, di JCC Jakarta.

Din Syamsudin dalam sambutan deklarasi PIM mengatakan, bahwa Pergerakan Indonesia Maju (PiM) bukanlah Partai seperti isu yang beredar.

Saat ditemui usai deklarasi, Ketua Umum PIM Din Syamsuddin mengatakan Pergerakan Indonesia Maju (PIM), yang didirikan pada tanggal 4 April 2016 dan dideklarasikan pada 21 Mei 2016 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional bukan perahu politik maupun Partai baru.

“Ini organisasi masyarakat, bukan partai, kita merupakan perkumpulan yang berazaskan Pancasila, dan dilatar belakangi dengan Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

PIM menurut Din Syamsuddin, adalah sebuah gerakan masyarakat lintas agama, suku, gender, dan profesi. Menurut Din organisasi itu anggotanya 40 persen adalah kaum perempuan.

Lebih lanjut dikatakan, PIM dibentuk untuk menggalang potensi kemajemukan yang ada di Indonesia. Diakui beberapa pihak selama ini kemajemukan yang ada dianggap sebagai kelemahan di saat bangsa mengalami krisis. Untuk itu PIM ingin kemajemukan yang ada digalang untuk menjadi kekuatan dan persatuan. “PIM ingin menjadikan kemajemukan sebagai kekuatan yang dahsyat untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Pengurus PIM lainya, yakni Ali Maskyur Musa juga menambahkan, PIM dibentuk untuk mengembalikan etos para founding fathers. Dalam kesempatan itu Siti Zuhro juga menyebut bahwa PIM adalah organisasi tanpa sekat dan ingin ikut memberdayakan masyarakat desa.

“Ya pastinya keinginan kita bersama untuk menyatukan visi dan misi demi tercapainya pembangunan yang adil dan menyentuh langsung ke masyarakat, maka kita gandeng semua tokoh dari berbagai elemen dan lintas agama,” ujar Ali Masykur Musa.

“Kalau ini dikatakan partai, terlalu jauh. Visi kita bukan mencari kekuasaan politik, tapi benar-benar mendorong pemerintah, mengajak pemerintah untuk memperhatikan dan memberdayakan masyarakat pedesaan,” timpal Siti Zahro. ***

GoRiau.com

PIM_DS1

Deklarasikan Perkumpulan Pergerakan Indonesia Maju

PIM_DS1Jakarta – Din Syamsuddin mendeklarasikan berdirinya perkumpulan Pergerakan Indonesia Maju (PIM). Berdirinya PIM disepakati 45 tokoh nasional.

Din yang juga didapuk sebagai Ketua mengatakan, PIM dibentuk sebagai wadah untuk merealisasikan cita-cita kemerdekaan. Dia bilang, di era globalisasi saat ini, masyarakat diarahkan menjadi individualis yang menguras rasa kepedulian antaranak bangsa.

Untuk itu, kata Din, PIM melibatkan elemen-elemen bangsa lintas agama, suku, ras dan profesi, bergerak dalam aksi sosial kemasyarakatan. “Kini Indonesia mengahadapi tantangan baru dari luar yang mengancam kedaulatan negara. Indonesia tidak boleh kehilangan harapan dan kepercayaan menghadapi masa depan,” kata Din dalam acara deklarasi PIM di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (21/5/2016) malam.

Din menjelaskan, organisasi PIM meyakini kemajemukan merupakan kekuatan, maka kemajemukan harus dijelmakan menjadi kebersamaan. Dia menegaskan, hanya dengan kebersamaan, cita-cita pendiri bangsa akan menjadi kenyataan.

Selain itu, berdirinya PIM juga dilatarbelakangi semakin tingginya kesenjangan ekonomi politik dalam kehidupan masyarakat. Dalam bidang sosial-ekonomi, ketidakadilan ekonomi masih menyebabkan ketimpangan pendapatan antara masyarakat kelas bawah dan kelas atas.

“Nilai-nilai budaya bangsa terus tergerus oleh penetrasi budaya luar, kemajemukan harus menjadi kekuatan untuk bersatu bukan menjadi kelemahan,” ungkap Din.

Dalam waktu dekat, PIM segera menjalankan empat program utama, yakni membangun smart village (desa pintar), terdiri dari taman pustaka bacaan dan ruang interaksi masyarakat. Kedua, membangun Desa Mandiri Energi, yakni mendorong pemanfaatan segala potensi energi yang ada di desa untuk pergerakkan ekonomi. Ketiga membangun rumah Aladin (Atap, lantai dan dinding), membangun rumah layak huni bagi masyarakat miskin. Dan keempat akselerasi penuntasan buta aksara yang akan dilakukan dengan kegiatan-kegiatan penetasan buta aksara.

“Merupakan kewajiban semua warga negara untuk terus bangkit bergerak, bekerjasama, bahu-membahu mengahdapi tantangan dan mengatasi permsalahan bangsa,” harap dia.

Perkumpulan PIM memiliki struktur dengan jenjang kepengurusan yang tersusun di tingkat nasional yang disebut Dewan Nasional (DN) yang berjumlah 45 orang. Di tingkat Provinsi disebut Dewan Wilayah (DW) yang berjumlah delapan orang dan tingkat Kabupaten/Kota yang disebut Dewan Daerah (DD) yang berjumlah 17 orang. Masa bakti kepengurusan untuk semua tingkatan adalah lima tahun.

Berikut daftar kepengurusan Dewan Nasional PIM di tingkat Dewan Nasional:
Ketua: Din Syamsuddin
Wakil Ketua: Siti Zuhro
Wakil Ketua: Philip Kuntjoro Widjaja

Sekretaris: Ali Masykur Musa
Wakil Sekretaris: Umar Husin
Wakil Sekretaris: Amanah Abdul Kadir

Bendahara: Ulla Nuchrawaty
Wakil Bendahara: Yohanes Handojo Budhi Sedjati
Wakil Bendahara: Lieus Sungkharisma

Anggota:
Achmad Syauqi
Ahmadie Thaha
Akhmaloka
Airin Rachmi Diany
Cyrullus I Kerong
Chusnul Mariyah
Amidhan
Azizah Aziz
Darmon Djabar
Fadhilah Suralaga
Lucky Aziza B
Nadjamuddin Ramly
Nyoman Udayana S
Rustriningsih
Fahmi Darmawansyah
Hamdan Zoelva
Hanifah Husein
Dharmasilan
Isran Noor
Krisnina Akbar Tandjung
Margie Ivonnie Ririhena
Miryam S Haryani
Muhammad Arief Rosyid Hasan
Maurits Alex Paath
Meuthia Ganie
Muljawan Marganada
Pastono Chandra Dana
Paiman Mak
Phil Erapi
Willem TP Simarmata
Rahmawati Husein
Syifa Fauzia
Uung Sendawa
Veronica Wiwiek Sulistyo
Weinata Sairin MTH
Widya Murni
(REN)

sumber: Metrotvnews.com

PIM Temui Ketua DPR RI 20/5/2016

Kenalkan Pergerakan Indonesia Maju Kepada Ketua DPR

PIM Temui Ketua DPR RI 20/5/2016

PIM Temui Ketua DPR RI 20/5/2016

JAKARTA — Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (PIM) Din Syamsuddin, bertemu dengan Ketua DPR RI Ade Komarudin. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Ade, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Din memperkenalkan Gerakan Nasional yang disebut Pergerakan Indonesia Maju, yang baru berdiri pada 4 April 2016.

Menurut Din, PIM merupakan gerakan masyarakat Indonesia yang berasal dari lintas agama, suku, profesi, dan gender. PIM mencoba Menggalang potensi kemajuan demi persatuan serta untuk ikut berpartisipasi memajukan bangsa.

Ia menuturkan, kemajemukan bisa menjadi faktor kelemahan yang membawa perpecahan. Tetapi bisa juga menimbulkan kebersamaan dan kekuatan untuk kemajuan bangsa.

”Karena itulah kami bersepakat mendirikan PIM. Dengan pengurus dewan nasional sebanyak 45 orang, dewan wilayah 8 orang, dewan daerah 17 orang, yang terdiri atas berbagai agama, suku, profesi,” kata Din.

Pertemuannya dengan Akom, tidak lain agar PIM bisa bekerja sama dengan semua pihak, termasuk DPR, DPRD, maupun partai politik dan lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Din menjabarkan empat program aksi unggulan dari PIM kepada Akom. ”Program tersebut adalah desa pintar, desa maju mandiri energi, percepatan literasi rakyat, dan rumah aladin (atap, lantai, dinding) untuk rakyat,” ucap Din.

Ketua DPR RI Ade Komarudin mengaku setuju dengan filosofi dan tujuan dari gerakan PIM ini. Apalagi, kata dia, Din Syamsuddin merupakan dosennya semasa kuliah dulu.

”Kalau soal ideologinya kalau tidak bisa melawan kapitalisme, tapi kapitalisme yang baik hati. Pancasila itu kita isi dengan kapitalisme yang baik hati. Kalau yang jahatnya abad-19-nya yang berkembang biak dengan subur. Banyak UU seperti itu, terutama terkait dengan ekonomi,” ucap Akom.

Menyangkut gerakan desa pintar, Akom mengatakan sudah berpikir ingin mencari waktu untuk pergi ke beberapa perpustakaan besar yang telantar, seperti Jogja, Bung Hatta, Buya Hamka, dan Tan Malaka yang hampir roboh. ”Kita harus menghormati tokoh besar yang cerdas-cerdas ini,” katanya.

Sumber: Republika.co.id (Rep: eko supriyadi/ Red: Taufik Rachman)

Ketua Pergerakan Indonesia Maju temui Ketua MPR-RI 18/5/2016

Temui Pimpinan MPR, Din Syamsuddin Bersama Pergerakan Indonesia Maju Siap Bantu Pemerintah

Ketua Pergerakan Indonesia Maju temui Ketua MPR-RI 18/5/2016

Ketua Pergerakan Indonesia Maju temui Ketua MPR-RI 18/5/2016

JAKARTA – Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju, Din Syamsuddin mengatakan pihaknya siap membantu pemerintah dan parlemen dalam pembangunan nasional.

Mereka yang terdiri dari beberapa tokoh politik, tokoh agama, dan peneliti, mengaku akan bekerjasama sebagai organisasi nonpolitik untuk bermitra.

“Kami meski organisasi baru, tetapi banyak nama-nama yang sudah terkenal dan tokoh-tokoh yang siap membantu pemerintah dan dewan dalam pembangunan nasional,” ujar Din di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (16/5/2016).

Dirinya menjelaskan hingga saat ini sudah banyak hal yang telah diperbuat organisasinya seperti bedah rumah, pemberian rumah gratis, perpustakaan, dan beberapa lainnya.

Organisasi yang baru dibentuk pada 4 April 2016 lalu tersebut, akan mendeklarasikan diri 21 Mei 2016 mendatang dan telah menyiapkan beberapa rencana untuk mendukung pembangunan pemerintah.

Menanggapi hal itu, Ketua MPR, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa dirinya menyambut positif hal tersebut dan membuka ruang untuk siapapun menemui pimpinan MPR.

“Pada intinya, kami berterimakasih dan membuka setiap ruang siapa saja yang membantu kinerja kami,” kata Zulkifli.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

Din Syamsuddin, PIM

Kenalkan Pergerakan Indonesia Maju ke Ketua DPD RI

Din Syamsuddin, PIMJAKARTA – ‎Ketua DPD RI, Irman Gusman menerima audiensi Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (PIM) di ruang rapat pimpinan DPD RI lantai 8 Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/5/2016). Dewan Nasional PIM itu dipimpin oleh Din Syamsuddin dan turut didampingi Sekretaris PIM Ali Masykur Musa.

Dalam kesempatan tersebut, Din menuturkan bahwa PIM akan melakukan deklarasi nasional sebagai gerakan Indonesia maju. Menurutnya, PIM hadir untuk menghadirkan kemajemukan sejati di Indonesia.

“Indonesia saat ini dihadapkan segala ancaman, seperti ancaman perpecahan dan ancaman pluralisasi. Untuk itu harus ada kesatuan untuk menciptakan kemajemukan sejati. Kami hadir untuk ciptakan kemajemukan sejati,” kata Din.

Menurut Din, ‎PIM ingin bergerak sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa mewujudkan negara yang maju, adil, makmur berdaulat dan bermartabat. Karena menurutnya, pengaruh globalisasi sangat rentan mengancam stabilitas bangsa seperti adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“‎Kami ingin berbuat, tapi tidak berpretensi sebagai pahlawan kesiangan. Kami ingin mulai dari bawah, kita ingin mulai dari desa, ada desa ppintar, rumah aladin dan lainnya,” tuturnya.

‎”Kami ingin jadi problem solvers menjadi pihak penyelesaian masalah, tidak untuk menciptakan masalah,” tambahnya.

‎Menanggapi pemaparan PIM, Irman Gusman menyambut positif adanya Pergerakan Indonesia Maju. Sebagai pimpinan DPD, dirinya bangga dengan adanya pemimpin dan para tokoh bangsa yang mendorong Indonesia menjadi negara maju dengan program-program yang telah disiapkan.

“Kami di DPD sebagai wakil daerah sangat mengapresiasi. Kami bangga dengan adanya gerakan Indonesia Maju ini,” tegas Irman Gusman.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Hendra Gunawan

Tribunnews.com