Posts

Ketua Dewan Pengarah Pergerakan Indonesia Maju, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin

Din Syamsuddin ajak umat Islam peduli lingkungan

Ketua Dewan Pengarah Pergerakan Indonesia Maju, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin

Ketua Dewan Pengarah Pergerakan Indonesia Maju, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin

Jakarta – Ketua Dewan Pengarah Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi (Siaga Bumi) Din Syamsuddin mengajak umat Islam untuk peduli terhadap lingkungan hidup.

“Manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki amanah dan tanggung jawab untuk memakmurkan bumi seisinya serta tidak hanya memanfaatkannya saja,” ujar Din di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan inti dari Islam yang memberikan rahmat bagi seluruh alam adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu memberikan rahmat di dunia maupun di akhirat melalui kedamaian dan kasih sayang bagi bumi.

“Umat muslim sebagai potensi terbesar bangsa yang seharusnya menjadi subjek sekaligus objek gerakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam itu sendiri dengan kesadaran akan hak serta kewajiban dalam hal pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam,” tambah dia.

Ketua Umum Dewan Penggerak Siaga Bumi, Hayu Prabowo, mengatakan MUI telah menetapkan Fatwa tentang Pengelolaan Sampah Untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan.

“Salah satu ketentuan hukumnya adalah setiap muslim wajib menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan barang-barang untuk kemaslahatan serta menghindarkan diri dari berbagai penyakit serta perbuatan tabdzir dan israf,” jelas Hayu.

Tabdzir adalah menyia-nyiakan barang/harta yang masih bisa dimanfaatkan menurut ketentuan syari ataupun kebiasan umum di masyarakat. Israf adalah tindakan yang berlebih-lebihan, yaitu penggunaan barang/harta melebihi kebutuhannya.

Hayu menghimbau umat Islam di bulan Ramadhan untuk dapat menjaga alam dengan mengonsumsi sesuatu dari alam seperlunya.

Sekretaris Umum Dewan Penggerak Siaga Bumi, Alpha Amirrachman, menambahkan bahwa selain bernilai ibadah, kepedulian ini penting untuk memelihara kesehatan tubuh yang sekaligus menjaga alam sebagai bentuk tanggung jawab khalifah di bumi.

“Kita perlu menghindari konsumsi yang berlebihan, misalnya jangan makan hingga terlalu kenyang, (memilih, red) membeli makanan lokal, mengurangi makanan impor karena makanan impor memproduksi banyak sampah seperti energi penyimpanan dan transportasi. Umat Islam perlu meningkatkan kepedulian akan lingkungan hidup,” kata Alpha.

Pewarta: Indriani | Editor: Suryanto | AntaraNews.com

din_syamsuddin

Profil

Biodata of Professor Dr. Din Syamsuddin
Professor Dr. Din Syamsuddin is a prominent Muslim leader from Indonesia. He is a professor of Islamic Political Thought at National Islamic University, Jakarta. He served as President of Muhammadiyah, the largest modernist Islamic organization in Indonesia from 2005 to 2015, as well as President of the Indonesian Council of Ulama (MUI) during 2014-2015, and now (2015-2020) acting as Chairman of its Advisory Council. He has been active in interfaith dialogues and cooperations, as he initiated the creation of and becoming Presidium of Inter Religious Council – Indonesia,  He is currently acting as President-Moderator of Asian Conference of Religions for Peace (ACRP), Co-President of Religions for Peace International, as well as Chairman of Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), and Chairman of World Peace Forum based in Jakarta. He is also member of Group for Strategic Vision Russia – Islamic World, and member of Leadership Council of the United Nations Sustainable Development Solution Network (UNSDSN). He recently initiated the creation of Indonesia’s Movement to Save the Earth (Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi) and acts as Chairman of the Movement’s Steering Committee. He obtained both Master and Doctoral degrees from Interdepartmental Program in Islamic Studies, University of California Los Angeles (UCLA), USA, in 1998 and 1991 consecutively.
gl-1

Aktif bersafari ke negara-negara sahabat untuk misi perdamaian

gl-1JAKARTA — Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin aktif bersafari ke negara-negara sahabat untuk misi perdamaian. Kosovo dan Nigeria menjadi titik awal kepedulian ormas bentukan KH Ahmad Dahlan menciptakan perdamaian antarumat beragama.

Pada kunjungan pertamanya, Din menyambangi Presiden Kosovo, Atifa Yahya, di Kantor Kepresidenan di Prishtina, Selasa (15/5) sampai Kamis (17/5). Dalam kesempatan itu, Din menjadi salah satu pembicara dalam konferensi tentang dialog antar peradaban. Dalam kesempatan bertemu dengan Presiden Atifa, Din menyatakan dukungan Muhammadiyah bagi kemerdekaan Kosovo atas dua alasan.

“Sesuai amanat Pembukaan UUD 45 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dienyahkan dari muka bumi, juga alasan subyektif bahwa 96 persen rakyat Kosovo adalah muslim,” jelas Din dalam pernyataannya, Jumat (18/5).

Dukungan itu juga sesuai dengan kondisi Kosovo yang telah merdeka dari Serbia empat tahun lalu. Maka, Din berharap pemerintah RI segera memberi pengakuan terhadap kemerdekaan Kosovo karena tak ada alasan lagi untuk menolaknya. Din juga menyatakan pihaknya ingin menjalin kerjasama dengan rakyat Kosovo. “Muhammadiyah memberi beasiswa bagi mahasiswa Kosovo yang ingin kuliah di Universitas Muhammadiyah,” ungkap Din.

Sambutan baik dinyatakan Presiden Atifa. Dia juga ingin membalas kunjungan Din dengan mendatangi Indonesia. secara langsung dia mengharapkan Indonesia juga dapat mendukung kemerdekaan Kosovo. Pasalnya Indonesia disematkan sebagai negeri berpenduduk Islam terbesar di dunia. “Pengaruh Indonesia juga besar, khususnya di kalangan dunia Islam,”sebut Atifa.

Usai menjelajah Kosovo, Din akan mengunjungi  Nigeria untuk sebuah misi perdamaian lima tokoh Islam, dan lima tokoh Kristen dunia pada  21-24 Mei mendatang. Misi ini  diprakarsai oleh lembaga Islam Common Word pimpinan Prince Ghazi dari Jordan dan World Council of Churches. “Saya mewakili Asia. Misinya untuk berdialog dengan para tokoh agama di tiga provinsi di Nigeria agar berdamai,” jelas Din.

Rep: Indah Wulandari/ Red: Dewi Mardiani

Republika Online: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/05/18/m47sy2-din-syamsuddin-safari-perdamaian-dunia